selintas muncul bayangan tentangmu..
tentang masa-masa ketika kita masih bersama..
bersenda gurau bersama..
kutahu ku tak mungkin meraih hatimu lagi..
aku tahu aku salah..
tapi,,
aku tak ingin kehilangan mu..
perih rasa hati ini..
apa kau tahu??
dengan hanya melihatmu bahagia aku bisa bahagia..
sesederhana itu cintaku..
andai kau tahu..
Kamis, 03 Februari 2011
Sabtu, 27 November 2010
Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT...
Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan..
Ada orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan...
Tapi ingatlah...
melepaskan BUKAN akhir dari dunia..
melainkan awal suatu kehidupan baru..
Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis,
Mereka yang tersakiti,
mereka yang telah mencari...
dan mereka yang telah mencoba..
Karena MEREKALAH yang bisa menghargai
betapapentingnya orang yang telah menyentuh kehidupanmereka...
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT...
Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan..
Ada orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan...
Tapi ingatlah...
melepaskan BUKAN akhir dari dunia..
melainkan awal suatu kehidupan baru..
Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis,
Mereka yang tersakiti,
mereka yang telah mencari...
dan mereka yang telah mencoba..
Karena MEREKALAH yang bisa menghargai
betapapentingnya orang yang telah menyentuh kehidupanmereka...
by : Kahlil Gibran
18.51
|
Sher_ly
Permalink 0
Read more>>
Permalink 0
Read more>>
Minggu, 21 November 2010
Waktu
Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.
Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.
Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.
Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.
Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.
Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.
Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.
19.21
|
Sher_ly
Permalink 0
Read more>>
Permalink 0
Read more>>
Sabtu, 20 November 2010
puisi ^.^
Aku butuh teman untuk melalui
Aku butuh kawan untuk berbagi
Aku butuh kawan untuk berbagi
Aku butuh bayangan untuk mengikuti
Aku butuh mentari untuk menerangi
Aku butuh mentari untuk menerangi
Aku butuh air untuk menyirami
Aku butuh pohon untuk meneduhi
Aku butuh pohon untuk meneduhi
00.01
|
Sher_ly
Permalink 0
Read more>>
Permalink 0
Read more>>
Jumat, 19 November 2010
Wahai langit ....
Tanyakan pada-Nya Mengapa Dia menciptakan sekeping hati ini ....
Begitu rapuh dan mudah terluka ....
Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta Begitu kuat dan kokoh ....
Saat berselimut cinta dan asa ....
Mengapa Dia menciptakan rasa sayang dan rindu di dalam hati ini ....
Mengisi kekosongan di dalamnya Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih Menimbulkan segudang tanya ....
Menghimpun berjuta asa ....
Memberikan semangat juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira ....
Mengapa Dia mencip
15.41
|
Sher_ly
Permalink 0
Read more>>
Permalink 0
Read more>>
Senin, 15 November 2010
Surat Tak Dikirimkan
Aku hanyutkan surat-surat hitam yang kau tulis dalam pikiranmu.
Kalimat-kalimat makian dan pujian telah luntur huruf-hurufnya.
Tapi hidup dan meruap bagai amuba dalam hatiku.
Kurasakan penderitaan panjang.
Betapa hangat dalam perih dan sekapan.
Tapi engkau tak juga mengakhiri dengan ucapan manis yang pernah membunuh batinku.
Bacalah kembali kata demi kata.
Kalimat tak tertutup sambil menikmati hujan di luar rumah,
Dan gerimis di dalam mata sendiri.
Kenangan menjelma perjalanan jauh
Kalimat-kalimat makian dan pujian telah luntur huruf-hurufnya.
Tapi hidup dan meruap bagai amuba dalam hatiku.
Kurasakan penderitaan panjang.
Betapa hangat dalam perih dan sekapan.
Tapi engkau tak juga mengakhiri dengan ucapan manis yang pernah membunuh batinku.
Bacalah kembali kata demi kata.
Kalimat tak tertutup sambil menikmati hujan di luar rumah,
Dan gerimis di dalam mata sendiri.
Kenangan menjelma perjalanan jauh
04.19
|
Sher_ly
Permalink 0
Read more>>
Permalink 0
Read more>>
Minggu, 14 November 2010
Sayap Sayap Patah by Kahlil Gibran
Wahai langit ....
Tanyakan pada-Nya Mengapa Dia menciptakan sekeping hati ini ....
Begitu rapuh dan mudah terluka ....
Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta Begitu kuat dan kokoh ....
Saat berselimut cinta dan asa ....
Mengapa Dia menciptakan rasa sayang dan rindu di dalam hati ini ....
Mengisi kekosongan di dalamnya Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih Menimbulkan segudang tanya ....
Menghimpun berjuta asa ....
Memberikan semangat juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira ....
Mengapa Dia menciptakan kegelisahan dalam jiwa ....
Menghimpit bayangan ....
Menyesakkan dada ....
Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa ....
19.33
|
Sher_ly
Permalink 0
Read more>>
Permalink 0
Read more>>
Langganan:
Postingan (Atom)

