Aku hanyutkan surat-surat hitam yang kau tulis dalam pikiranmu.
Kalimat-kalimat makian dan pujian telah luntur huruf-hurufnya.
Tapi hidup dan meruap bagai amuba dalam hatiku.
Kurasakan penderitaan panjang.
Betapa hangat dalam perih dan sekapan.
Tapi engkau tak juga mengakhiri dengan ucapan manis yang pernah membunuh batinku.
Bacalah kembali kata demi kata.
Kalimat tak tertutup sambil menikmati hujan di luar rumah,
Dan gerimis di dalam mata sendiri.
Kenangan menjelma perjalanan jauh
Kalimat-kalimat makian dan pujian telah luntur huruf-hurufnya.
Tapi hidup dan meruap bagai amuba dalam hatiku.
Kurasakan penderitaan panjang.
Betapa hangat dalam perih dan sekapan.
Tapi engkau tak juga mengakhiri dengan ucapan manis yang pernah membunuh batinku.
Bacalah kembali kata demi kata.
Kalimat tak tertutup sambil menikmati hujan di luar rumah,
Dan gerimis di dalam mata sendiri.
Kenangan menjelma perjalanan jauh
Aku hanyutkan, sayang.
Aku hanyutkan dalam muara sungai batinmu.
Aku hanyutkan dalam muara sungai batinmu.
Ia gemericik dalam jauh.
Sampai perpisahan menjelma madu
manis dalam kalbu
Lalu pergilah (dalam duka)
Sampai perpisahan menjelma madu
manis dalam kalbu
Lalu pergilah (dalam duka)


0 komentar:
Posting Komentar